T1-8a. Aksi Nyata Computational Thinking

Nama     : Rizki Fatihatul Adha  

Nim        : 4120023035  

Kelas      : B PPG Prajabatan 2023 


Tugas T1-8a. Aksi Nyata Computational Thinking 

Hal-hal yang menjadi bagian dari portofolio untuk topik pendalaman CT adalah sebagai berikut:

  1. Hasil diskusi pada bagian Ruang Kolaborasi (dapat berupa slide presentasi/laporan).
  2. Feedback yang diberikan kelompok lain pada saat Demonstrasi Kontekstual
  3. Hasil refleksi yang diisikan pada Aksi Nyata.



Topik 1 Ruang Kolaborasi
Computational Thinking
Hasil Diskusi secara Umum:
Computational Thinking (CT) adalag sebuah proses berpikir kritis yang terjadi saat memformulasikan persoalam dan berstrategi untuk menentukan ataupun memilih solusi yang efektif, efesien, dan optimal. CT ini juga dikatakan sebagai kemampuan untuk berpikir dengan memanfaatkan teknologi/komputer sebagai alat bantunya. Adapun 4 landasan berpikir komputasi adalah sebagai berikut:
  • Dekomposisi: Membagi persoalan ke beberapa bagian kecil.
  • Pengenalan Pola: Mengenal pola permasalahan yang ada, mana yang lebih urgent untuk dilakukan terlebih dahulu.
  • Abstraksi: Melihat pemasalahan dengan melakukan identifikasi informasi serta memilah dan memilih antara informasi penting dan informasi kurang penting.
  • Algoritma: Langkah-langkah dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya secara efektif.
Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai "Komputer", TIK, dan robot tapi membutuhkan CT.
  1. Memasak kwetiaw goreng
  2. Membuat pancake
  3. Menghitung uang
  4. Melihat pertandingan bola
  5. Berbelanja kebutuhan sehari-hari
  6. Mengatur jadwal berangkat ke sekolah
  7. Jalan-jalan ke Bromo
Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari.
A. Jawabab yang sudah tepat
    1. Memasak kwetiaw goreng
  • Dekomposisi: Menyiapkan kwetiaw, alat-alat masak, dan bahan bumbu-bumbu yang dibutuhkan.
  • Pengenalan Pola: Memahami pola pembuatan kwetiaw, menghaluskan semua bumbu -bumbu yang dibutuhkan dalam membuat kwetiaw goteng. 
  • Abstraksi: Melihat dan mengidentifikasi pola pembuatan kwetiaw goreng secara umum, yakni pertama bumbu-bumbu dihaluskan, menyiapkan telor, sawi, memberi tambahan bumbu seperti kecap ataupun bumbu penyedap lainnya sesuai selera.  
  • Algoritma: Langkah-langkah pembuatan kwetiaw goreng secara berurutan sehingga memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan secara efektif. 
    2. Membuat Pancake
  • Dekomposisi: Menentukan apa saja alat dan bahan yang digunakan dalam membuat pancake, misalnya teflon anti lengket, sutil, tepung, telur, air, baking powder, mentega cair, dan gula atau madu. 
  • Pengenalan Pola: mengetahui pola dalam membuat adonan pancake yang sesuai takaran. 
  • Abstraksi: melihat dan mengidentifikasi pola pembuatan pancake secara umum. Jika dalam satu adonan memperoleh 20 pcs pancake maka perlu tiga adonan agar dapat menghasilkan 60 pcs pancake. 
  • Algoritma: Mengembangkan petunjuk dalam pemecahan masalah dengan langkah-langkah secara lengkap, terurut, dan kreatif sehingga dapat memberikan solusi dalam memecahkan masalah yang dihadapi dengan efektif dan efesien. Melalui tahapan proses pembuatan pancake dengan mencampurkan semua bahan yang sudah ditentukan dalam satu adonan. Kemudian adonan yang sudah dicampur jadi satu didiamkan selama 30 menit untuk menghasilkan adonan yang bagus. Setelah itu, adonan siap untuk di masak menggunakan teflon hingga pancake mengembang. Kemudian pancake siap untuk dihidangkan.
    3. Berbelanja Kebutuhan Sehari-hari
  • Dekomposisi: sebelum berangkat berbelanja kebutuhan, menentukan apa saja barang yang akan dibeli di supermarket. 
  • Pengenalan Pola: Menghitung jumlah masing-masing barang yang akan dibeli dan memperkirakan total harga semua barang. 
  • Abstraksi: Ketika berbelanja harus mengutamakan kebutuhan yang utama atau sangat dibutuhkan (primer) terlebih dahulu agar uang yang dibawa cukup untuk  membayar belanjaannya. 
  • Algoritma: Saat pembayaran barang belanjaan di kasir terjadi masalah yang tidak diinginkan, misalnya uangnya yang dibawa kurang. Hal yang harus dilakukan adalah dengan mengurangi barang kebutuhan yang kurang dibutuhkan saat ini dan barang-barang lainnya bisa dibeli lain waktu. Ketika barang belajaan dikurangi pembayaran uang mencukupi untuk membeli barang-barang kebutuhan utama. 
    4. Mengatur jadwal berangkat ke sekolah
  • Dekomposisi: Memperkirakan bangun jam berapa besok pagi, menentukan sarapan di sekolah atau di rumah, memperkirakan jam berapa berangkat ke sekolah, memperkirakan waktu tempuh ke sekolah. 
  • Pengenalan Pola: Memasak nasi terlebih dahulu dan ditinggal bersih-bersih badan (mandi). kemudian memasak dan mempersiapkan bekal yang akan dibawa. 
  • Abstraksi: Melihat apa saja yang harus dilakukan, seperti apakah harus memcuci alat masak yang digunakan tadi? dan apakah harus membuang sampah ke luar kos terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah? 
  • Algoritma: Menyusun langkah-langkah untuk kegiatan pagi hari agar tidak terlambat ke sekolah. Misalnya, bagun lagi setelah sholat subuh jam 5:30, memasak nasi, membersihkan badan (mandi), memasak lauk, mempersiapkan bekal, mengeluarkan sepeda motor, kemudian berangkat ke sekolah. 
B. Jawaban yang kurang tepat
    1. Menghitung Uang
    2. Melihat pertandingan bola
    3. Jalan-jalan ke Bromo
    Pada ketiga contoh yang dijelaskan kurang tepat dalam penerapan fondasi CT karena ketiga contoh tersebut tidak dapat dikaji secara sempurna yang umumnya harus memenuhi 4 fondasi CT yang sudah diketahui sebelumnya yakni dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma.




Topik 1 Demonstrasi Kontekstual
Computational Thinking

Feedback / Pertanyaan
  1. Menurut kelompok 1, apakah Computational Thinking itu penting diterapkan di kehidupan sehari-hari?
  2. Bagaimana caranya untuk kelompok 1 dalam mengetahui bagian mana yang termasuk abstraksi atau pengenalan pola?
  3. Apa makna Algoritma menurut kelompok 1? sertakan penjelasan contohnya yang tepat!
Tanggapan / Solusi
  1. Iya, menurut kelompok kami computational thinking snagat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dikarenakan dengan menggunakan 4 fondasi CT kegiatan dapat tearahkan sehingga melalui CT juga dapat menemukan strategi maupun Solusi yang efektif dan efesien dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
  2. Menurut kelompok kami, untuk mengetahui bagian mana yang termasuk pola atau abstraksi adalah dengan CT pengenalan pola dapat melihat dan membagi suatu pokok permasalahan yang sama. Kemudian untuk mengetahui abstraksinya dengan menentukan ide yang belum terealisasikan.
  3. lgoritma adalah suatu metode atau langkah-langkah yang sudah direncanakan secara tersusun dan berurutan untuk menyelesaikan atau memecahkan permasalahan dengan sebuah kegiatan. Contohnya: seperti membuat rancangan kegiatan pembelajaran.
    • Menentukan tujuan pembelajarannya terlebih dahulu.
    • Setelah itu menentukan asesmen apa yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan menyesuaikan karakteristik peserta didiknya 
    • Merancang kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan dan asesmen yang telah dibuat.



Topik 1 Koneksi Antar Materi
Computational Thinking

  1. Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari?
  2. Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas?
Jawaban
  1. Computational Thinking adalah kemampuan memecahkan masalah dengan menerapkan ilmu komputasi. Kemampuan pemecahan masalah ini memungkinkan untuk menganalisis masalah yang kompleks, memahami apa masalahnya, dan menentukan solusi yang tepat. Cara berpikir komputasi ini akan menguraikan masalah menjadi beberapa bagian atau tahapan yang efektif sehingga menghasilkan solusi yang tepat dan dapat dipahami baik oleh komputer, manusia, ataupun keduanya. CT memiliki 4 Fondasi yakni dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma yang mana memiliki tujuannya masing-masing. Adapun contoh penerapan CT dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut
    • Memasak mie goreng, memerlukan pemikiran CT karena tidak hanya sekedar memasukkan mie kedalam air tetapi harus mengetahui alat dan bahan apa saja yang diperlukan dalam membuat mie goreng. Serta mengetahui langkah-langkah pembuatan mie goreng sehingga hasil yang didapatkan akan cepat dan tepat sesuai dengan tahapannya
    • Setrika Kemeja, memerlukan pemikiran CT karena memiliki tantangan tersendiri yang mana ketika mensetrika harus mengetahui cara memegang setrika dan arah untuk mensetrika kemeja seperti dari kanan ke kiri sehingga kemeja tidak akan kusut dan melengkuk-lengkuk.
    • Pemasangan lampu, memerlukan pemikiran CT karena memasang lampu harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara memasang. Apabila tidsk sesuai akan menimbulkan permasalahan baik itu dari kabel ataupun lampu listriknya.  
  2. Menurut saya Computational Thinking dapat diterapkan di semua mata pelajaran, dikarenakan CT bukan hanya sekedar materi saja sehingga CT sangat mudah diintegrasikan ke dalam konsep mata pelajaran apapun selama pendidik masih memahami materi ajar CT. Jadi berpikir komputasi dapat diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. alam mengimplementasikan CT di sekolah dengan cara memahami masalah, mengumpulkan semua data, lalu mulai mencari solusi sesuai dengan masalah. Misalnya dalam materi Matematika tentang bangun datar. Pada materi bangun datar guru menjelaskan mengenai luas persegi dan persegi panjang yang nantinya peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas luas persegi dan persegi panjang dengan cara mengukur benda-beda yang ada di sekitar kelas. Ketika mengukur peserta diidk mengetahui pola luas benda persegi dan persegi panjang yang ada di dalam kelas. Kemudian peserta didik dapat megelompokkan sesuai dengan bentuknya sehingga dapat dihitung dengan mudah. Pada saat peserta didik diminta untuk mengerjakan soal tentang luas persegi dan persegi panjang, maka peserta didik harus menentukan terlebih dahulu benda apa saja yang dapat diukur yang berbentuk persegi dan persegi panjang. Lalu peserta didik dapat mengukur benda yang sudah ditentukan dan mengelompokkan sesuai dengan bantun datarnya yaitu persegi ataupun persegi panjang. Serta menuliskan masing-masing ukuran panjang ataupun lebar sisinya dan menghitung luas dari masing-masing benda yang telah diukur disesuaikan dengan panjang, lebar, atau sisi benda. Penerapan CT pada mata pelajaran Matematika dapat membantu peserta didik menghitung luas bangun persegi dnan persegi panjang dan membantu mereka memecahkan masalah yang efektif. Dengan menggunakan pendekatan ini, guru dapat memberikan pembelajaran yang efektif dan relavan bagi peserta didik.
 


Topik 1 Aksi Nyata
Computational Thinking

  1. Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?
  2. Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?
  3. Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?
  4. Bagaimana perasaan And setelah belajar mengenai CT?
  5. Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengatisipasinya?
Jawaban
  1. Harapan saya setelah mengikuti perkuliahan computational thinking adalah dapat memahami konsep CT dengan baik dan benar, mampu mengimplementasikan konsep CT kepada peserta didik, kemudian mampu dalam mengembangan pemikiran dan memiliki keterampilan CT yang baik, serta menjadi segotang guru yang memiliki kepribadian bijak dalam menyikapi persoalan dalam dunia pendidikan dengan menggunakan konsep CT.
  2. Setelah mempelajari CT pemahaman baru yang saya dapatkan adalah dapat memahami 4 fondasi CT (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma), dapat mengaitkan kegiatan sehari-hari dengan konsep fondasi CT, menerapkan berpikir komputasi dalam kehidupan sehari-hari, dan belajar mengaitkan mata pelajaran dengan CT.
  3. Keberadaan Computational Thinking dapat memabntu saya dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan yag dihadapi mampu diselesaikan secara efektif, efesien, dan optimal dengan menggunakan fondasi CT. Serta dapat melatih untuk terbiasa berpikir secara sistematis, kritis, dan kreatif.
  4. Perasaan saya setelah belajar computational thinking ini merasa senang bisa menambah pengetahuan baru dan ilmu baru, karena saya baru pertama mendapatkan ilmu tentang CT di perkuliahan PPG Prajabatan sehingga nantinya saya bisa siap ketika dihadapkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan harapan saya setelah mengikuti kuliah CT saya dapat menyelesaikan masalah dengan baik lagi.
  5. Potensi kendala yang saya hadapi selama mengikuti perkuliahan ini yang mana tugas PPG Prajabatan yang banyak membuat saya kurang memahami lebih mendalam terkait bagaimana saya dapat menyamakan konsep dan persepsi CT dengan teman yang lain berbeda. Hal ini materi CT dalam diri masih cukup baru sehingga tidak bisa secara langsung dapat memahami konsep materi CT dengan baik. Jadi hal yang akan saya lakukan untuk mengantisipasi permasalahn ini adalah dengan memanajemen waktu antara mengerjakan tugas dan berdiskusi bersama teman dan lebih banyak membaca referensi mengenai CT sehingga dapat mendalami konsep dan penerapan CT.


Komentar